Search and Hit Enter

Asuransi Membawa ABG Keliling Dunia (Bagian 1)

Salah satu perjalanan dinas ABG  dalam rangka asuransi mikro ke Auckland New Zealand (27/8/2018)

Pengantar Redaksi :

BULAN MENULIS  KUPASI  2019 ditutup dengan menampilkan sosok Fransiskus Asisi Wiyono ( 67 ) .

Urung ditahbiskan menjadi pastor Jesuit yang  di cita-citakan orang tua, setelah  lima belas  tahun ditempa pendidikan seminari Mertoyudan Jogjakarta , pria yang kerap  disapa “Romo”, tiga dasawarsa mengarungi dunia asuransi risiko pasar dan asuransi mikro hingga membawanya ke seluruh pelosok tanah air dan melanglang buana ke lima benua.

Berikut bagian pertama dari empat bagian tulisan untuk KUPASI tempatnya menjadi anggota dengan mengaku tak pandai menulis.

Selamat membaca dengan ucapan terima kasih kepada seluruh peserta Bulan Menulis KUPASI 2019 dan pembaca setia. Semoga ikhtiar sederhana ini  bermanfaat bagi upaya mencerdaskan dan mencerahkan  masyarakat Indonesia terhadap perasuransian.

Prolog

ABG istilah yang disukai Frans Wiyono ( 67 )  ,  bermula dari situlah dia menjalani kehidupan. ABG bukan Anak Baru Gede, tetapi Anak Belakang Gereja.

Menikmati masa kecil di belakang gereja katolik St,Yusup, Baturetno-Wonogiri – 75 km selatan Solo –  saat ayahnya seorang kepala sekolah rakyat di daerah itu hingga  1960 an. Daerah yang dikenal sebagai penghasil tempe kripik,  ABG kecil semula diharapkan bisa mengikuti jejak  kakak kakaknya menjadi seorang pastor . Sebelas bersaudara ,pertama sampai dengan nomor sepuluh lak laki , ABG nomor sepuluh.

Bersama sekitar enam puluh orang teman ABG tahun 1965   mengikuti pendidikan  seminari Mertoyudan Magelang    hingga tinggal 12 orang akhir 1973. Bermula di Ungaran dilanjutkan di  Jakarta, Tanimbar, Jogyakarta, Magelang dan Riau  pendidikan dilanjutkan untuk persiapan menjadi seorang pastor dari kongregasi  Jesuit dan menikmati gemblengan ala Jesuit yang tertib, taat dan memiliki semangat juang seperti pendirinya St. Ignatius Loyola antara tahun 1974-1983

Dunia pendidikan dan pelayanan yang dijalani selama 10 tahun  harus dia tinggalkan dan memasuki dunia pelayanan lain yaitu asuransi , dunia pelayanan kepada masyarakat yang memerlukan perlindungan atas risiko  keuangan  selama menjalani kehidupan.

Mula pertama belajar asuransi di LPAI ( Lembaga Pendidikan Asuransi Indonesia ) , JII ( Jakarta Insurance Institute )  , semakin merasuk berkat bimbingan para senior di perusahaan  tempat ABG mulai bekerja. Atas dukungan  kementerian keuangan RI  ABG mengikuti program pendidikan asuransi  di kota Edinburgh dan Glasgow Scotlandia,  tinggal bersama praktisi  asuransi dari berbagai belahan  dunia saat mengisi liburan di beberapa perusahaan di London dan berbagai pelatihan di Eropa Asia  dan Australia membuatnya mengetahui dunia asuransi lebih mendalam.

Bermula saat menganggur  1984  sang  kakak  menceburkannya    di  asuransi Ramayana, kemudian belajar asuransi di Glasgow Inggris,   ABG  muda menikmati dan menjalani dunia antah berantah yang baru dikenali.  Tanpa pernah melamar ABG tidak jauh dari dunia asuransi. Sebagai eksekutif  asuransi ,  pengawas di  pialang asuransi, asuransi umum, asuransi jiwa dan reasuransi.  Pertama kali  naik pesawat udara dan kapal laut pada usia 25 tahun, ABG   menjelajahi  seluruh pelosok tanah air dari Sabang sampai Merauke, dari Tomohon sampai dengan Saumlaki dan kota kota di  lima  benua Eropa,  Asia, Afrika, Amerika dan Australia. Menikmati berbagai jenis angkutan   , dari pesawat kecil hingga  jumbo jet , perahu sampan, perahu pinisi, kapal perintis bahkan kapal-kapal besar termasuk merasakan menaiki kapal kontainer.

PETA INDONESIA FW 1

Peta perjalanan kota kota  di seluruh penjuru tanah air yang pernah dikunjungi oleh ABG selama kurun waktu 34 tahun menggeluti asuransi .

Pengalaman “diceburkan” memasuki dunia baru

Keliling Indonesia  sebagai anggota asosiasi asuransi dalam penutupan  asuransi risiko   pasar,   Konsorsium Asuransi Risiko Khusus (KARK) dan  muhibah  mengarungi dunia dimulai  ketika bekerja sebagai sukarelawan di kamp pengungsi . Sejak 2011 sebagai konsultan Bank Dunia melakukan edukasi, literasi, menyadarkan pentingnya asuransi mikro  bagi kelompok-kelompok masyarakat di Indonesia dan kota kota di berbagai benua.  Belajar dan berbagi ilmu asuransi mikro – konvensional dan  syariah –     di berbagai seminar dan  konferensi, di Jakarta, Mexico, Lima, Maroko, Colombo, Budapest, Seoul, Istambul, Auckland dan Lusaka , lengkaplah petualangan   ABG  mengarungi dunia memperkaya pemahaman dari sesama praktisi  perasuransian

Duapuluh  tahun pengalaman sebagai pengurus  asuransi risiko pasar  , ABG  belajar sambil melihat dan mendengarkan para senior serta  para ahli berbicara dari diskusi, pembicaraan dan membaca literatur KARK, semakin mendalami  dan terjun serta mencintai KARK. Terlebih pasar adalah dunianya sejak kecil, saat  oleh orang tua  mendapat tugas  berurusan dengan  pasar.

Selama terlibat dalam KARK tidak kurang  dari seratus pasar  ia datangi., tak kurang  anak-anak  menjuluki  “mantri pasar”.  Setiap melakukan perjalanan keluar kota ,  memasuki pasar  dan  memotret adalah ritual yang tak pernah terlewati.

Pasar tradisional .

Pasar memiliki keunikan tersendiri, karena disitu bertemu segala macam sifat, karakter, status dan golongan masyarakat. Komoditi yang dijualpun beragam..

Di daerah tertentu pasar tidak buka tiap hari, misal  di Jawa ada istilah pasaran.  Pasar buka hanya setiap  pahing, pon, wage, kliwon, legi ,   hari hari dalam penanggalan Jawa   .  Ada  pasar tiban,  tidak ada bangunan dan  kegiatan pasar resmi, tetapi  pada hari tertentu  mendadak berkerumun orang melakukan  kegiatan jual beli layaknya pasar tradisional.  Di daerah kepulauan terpencil  dikenal pasar sandar kapal  , pasar dibuka manakala kapal bersandar  , umumnya  tidak jauh dari lokasi pelabuhan. Dikenal  pula pasar yang memperdagangkan  jenis komoditi tertentu sesuai dengan hari pasaran , misal  pasar hewan  buka pada hari pasaran  pahing, pasar pisang buka pada  hari pasaran wage dan sebagainya.  Ada pasar   terbatas hanya  komoditi  tertentu, tidak tersedia  komoditi yang lain,  misalnya pasar hewan, pasar sepeda, pasar burung, pasar klitikan atau rombengan pasar khusus menjual barang-barang bekas. Menarik yang disebut  pasar apung   pasar dimana jual beli dilakukan  diatas perahu seperti di Banjarmasin . Ada pasar  dengan  menyebut nama daerah dengan kekhasan komoditi di daerah tersebut ,  misalnya pasar Giriwoyo pasar Giritontro .  Kita  jumpai pasar yang sifatnya musiman, tergantung dari hasil bumi yang dihasilkan pada saat tertentu, maka ada pasar kates, pasar waluh, pasar  pisang  dan sebagainya.

Namun semua kearifan lokal itu berubah dengan bergantinya pasar tradisional yang becek, kumuh dan berdesakan  menjadi mal  yang sejuk dan bersih (Bersambung)

No Comments

Leave a Reply

Scroll Up