Search and Hit Enter

Asal Mula Definisi Risiko

Dalam beberapa pelatihan tentang asuransi yang saya bawakan, saya membahas asal mula definisi risiko.

Menariknya, banyak atau bisa dikatakan tidak ada peserta yang tahu dari mana definisi risiko yang sekarang dipakai dalam asuransi.

Antara heran dan sedih, dari sekian banyak buku, literatur asuransi, artikel atau paper terkait asuransi yang saya baca yang berbahasa Indonesia, tidak ada yang menjelaskan atau menyinggung dari mana definisi risiko berasal.

Perjumpaan saya dengan rujukan awal tentang definisi risiko dalam asuransi terjadi dengan tidak sengaja.

Ketika sedang membaca buku teks “Fundamental of Risk and Insurance” karya Vaughan bersaudara, iseng saya pelototi daftar pustaka di bab pertama buku itu.

Di sana ada artikel sebuah jurnal yang menggelitik rasa penasaran saya. Judulnya “Evolution of the Concept of Risk”.

Kebetulan saya punya akses ke Proquest dan ketemulah artikel yang ditulis oleh Oliver G. Wood itu dan dimuat di Journal of Risk and Insurance volume 31 nomor 1 tahun 1964.

Sembilan halaman artikel itu saya lahap habis demi memuaskan dahaga keingintahuan.

Luar biasa artikel itu. Pada jamannya penulis artikel itu telah menelisik literatur dari tahun 1890 sampai 1923.

Mungkin salah satu sumber terbaik untuk menyelidiki asal kata adalah Kamus Bahasa Inggris Oxford (Oxford English Dictionary atau OED). Buku referensi ini menyatakan bahwa kata risiko berasal dari kata Prancis “risqué” (abad ke-17). Sebagai kata benda, OED mendefinisikan risiko sebagai “peluang atau bahaya kerugian komersial, khususnya dalam hal harta benda atau barang yang diasuransikan.” Risiko sebagai kata kerja berarti “membahayakan (to hazard), membahayakan (to endanger); mengekspos kemungkinan cedera atau kehilangan.” OED memiliki daftar ekspresi yang luas yang menggambarkan penggunaan awal dari istilah risiko.

Wood (1964), setelah menelaah sekian banyak literature, mengusulkan tiga definisi risiko sebagai berikut: (1) risiko adalah peluang kerugian; (2) risiko adalah ketidakpastian; dan (3) risiko dapat didefinisikan sebagai peluang atau ketidakpastian atas kerugian (uncertainty of loss). Definisi nomor tiga inilah yang sekarang dipakai dalam menjelaskan risiko.

Barangkali buku ilmiah yang pertama kali membahas risiko menurut asuransi adalah “The Economic Theory of Risk and Insurance” karya Allan H. Willet yang terbit 1901.

Yang membuat saya sedih adalah mengapa artikel yang maha penting itu tidak pernah muncul sebagai rujukan dalam tulisan asuransi berbahasa Indonesia. Apakah penulis Indonesia kurang kepo, kurang gigih menggali atau tidak peduli dan mencomot definisi risiko begitu saja tanpa mau tahu dari mana awal mula definisi itu.

Saya jadi suudzon, jangan-jangan teman-teman di industri asuransi tidak tahu dari mana asal definisi prinsip asuransi.

Rupanya kita harus menaikkan level keinginan tahu kita. Inilah saat yang tepat, di saat kita banyak waktu karena stay at home karena pandemi COVID-19, untuk mengulik dan mempertanyakan pemahaman kita tentang asuransi.

Ayo kita lakukan.

1 Comment

Leave a Reply

Scroll Up