Search and Hit Enter

The Structure of Insurance Revolution

Sekian lama stay at home membuat saya membuka-buka koleksi buku-buku yang belum sempat saya baca. Ada satu buku menarik yang ditulis lebih dari setengah abad lalu. Judulnya “The Structure of Scientific Revolution” karya Thomas S. Kuhn, seorang filsuffisikawan, dan sejarawan Amerika Serikat. Judulnya sangat menjanjikan dan isinya ternyata sangat luar biasa. Buku ini menjadi rujukan mata kuliah falsafah sains di salah satu perguruan tinggi negeri ternama Indonesia. Kuhn yang pertama kali memperkenalkan istilah “pergeseran paradigm” dalam buku ini.

Secara ringkas buku ini mengisahkan revolusi di bidang sains. Berikut kutipan tentang buku ini di Wikipedia. Kuhn membuat beberapa klaim mengenai perkembangan pengetahuan ilmiah:

  • Sains mengalami pergeseran paradigmadan tidak bergerak dalam jalur yang linier.
  • Pergeseran paradigma membuka pendekatan baru untuk memahami apa yang tidak akan dianggap benar sebelumnya.
  • Gagasan kebenaran ilmiah tidak hanya melalui ditetapkan kriteria objektif tetapi juga konsensus komunitas ilmiah. Paradigma-paradigma yang saling bertentangan tersebut juga sering kali tidak sepadan, atau dalam kata lain paradigma-paradigma tersebut merupakan penjelasan mengenai realitas yang saling bertentangan dan tidak dapat diselaraskan.

Kuhn juga berpandangan bahwa teori itu adalah relatif. Bukan berarti suatu teori diterima banyak orang lantas teori itu paling benar. Teori juga tidak bisa disalahkan. Ia adalah hasil pandangan dan kemampuan pengukuran pada waktu itu. Contohnya adalah tentang perdebatan bahwa bumilah yang mengelilingi matahari yang diterima banyak kalangan saat ini dibandingkan teori matahari yang mengelilingi bumi. Bisa saja karena kemampuan pengukuran kita pada masa datang, teori matahari mengelilingi bumi tidak salah jika yang dimaksud bumi adalah galaksi kita. Bisa saja jika kemampuan pengukuran pada masa datang berkembang, teori itu tidak salah total, di mana bumi adalah galaksi kita yang ternyata dikelilingi atau diputari oleh galaksi lain di alam semesta.

Kuhn menyumbangkan penafsiran pada dunia sains dan filsafat sains bahwa Revolusi Copernican merupakan suatu peristiwa radikal dalam dunia sains karena mengubah secara drastis metode spekulatif sains menjadi metode empiris/eksperimental/observasi. (https://id.wikipedia.org/wiki/Thomas_Kuhn).

Don K. Mak, Angela T. Mak dan Anthony B. Mak (2009) dalam bukunya ‘Solving Everyday Problems with the Scientific Method” menggambarkan evolusi metode ilmiah. Penalaran deduktif (deductive reasoning) diperkenalkan oleh filsuf Yunani Socrates yang diteruskan muridnya Plato. Aristoteles memperkenalkan penalaran induktif (inductive reasoning).

Penalaran deduktif adalah prosedur logis yaitu kesimpulan diambil dari premis atau aksioma yang dapat diterima. Sistem logis, sekarang kadang-kadang disebut logika Aristotelian, telah

dikembangkan oleh Aristoteles. Salah satu contoh terkenal adalah: dari kedua pernyataan “Manusia itu fana” dan “Orang Yunani adalah makhluk manusia “, kita bisa sampai pada kesimpulan bahwa” orang Yunani adalah makhluk fana “.

Penalaran induktif dimulai dengan pengamatan. Misalnya, jika semua angsa yang kita miliki

diamati putih, maka kita bisa digeneralisasi bahwa “Semua angsa berwarna putih”. Jika seseorang memberi tahu kami bahwa ia baru saja melihat angsa berjalan di sepanjang jalan, kita dapat menyimpulkan (yaitu, menggunakan penalaran deduktif alasan) bahwa angsa harus berwarna putih.

Dalam perjalanannya, ilmuwan Muslim  menyumbangkan metode ilmiah berupa eksperimen (percobaan).

Meminjam judul karya fenomel Kuhn saya jadi berpikir tentang the structure of insurance Revolution. Seperti apa milestone di industri asuransi dan bagaimana bentuk revolusi di asuransi.

Saya jadi teringat awal bekerja di perusahaan asuransi. Bos membentuk semacam book club yang rutin mendiskusikan buku. Anggota klub diberi (fotokopi) sebuah buku dan diminta membahasnya.

Buku pertama yang diulas adalah “Against the Gods”. Sub judulnya “The Remarkable Story of Risk”. Ditulis oleh Peter L. Bernstein tahun 1996, Isi buku itu bercerita tentang risiko dari jaman mitologi Yunani sampai jaman modern abad 20. Karya best seller yang mejadi klasik ini dirujuk oleh beberapa buku teks tentang asuransi. Saya kurang yakin, buku maha penting ini pernah dirujuk buku asuransi berbahasa Indonesia.

Lalu apa hubungan antara buku Thomas Kuhn dengan karya Berstein itu?

Menurut saya, buku Berstein itu seolah memaparkan struktur evolusi konsep risiko. Dan paling tidak ada dua bagian yang sangat relevan dengan asuransi yaitu kisah penjudi yang minta tolong dijelaskan kartu apa yang berikutnya muncul dalam permain kartu.

Pertanyaan atau problem ini dijawab oleh ilmuwan terkenal di masa itu yaitu Blaise Pascal. Pascal berkolaborasi dengan ahli hukum penggemar matematika, Fermat, menciptakan probabilitas. Inilah matematika asuransi. Bagian kedua yang relevan dengan asuransi adalah bagaimana tabel mortalitas dibuat.

Karena ini pekerjaan besar, saya mengajak rekan-rekan untuk membuat tulisan tentang struktur revolusi asuransi.

Tertarik?***

No Comments

Leave a Reply

Scroll Up