Search and Hit Enter

Dari Perencanaan Hingga Teknik Pomodoro

(Artikel ini bagian dari program “Bulan Menulis 2020” dari para Kupasian dalam merespon Pandemi Covid-19)

WFH atau work from home merupakah hal baru bagi sebagian masyarakat Indonesia, khususnya Jakarta.  Baru kali ini selama belasan atau mungkin puluhan tahun bekerja, kita semua benar-benar merasakan bagaimana bekerja di rumah tanpa rekan kerja di sebelah kita.  Selain kita sebagai karyawan yang terpaksa diminta “siap”, perusahaan pun mengalami hal yang sama. Untuk perusahaan tertentu, biasanya multi-national company, mereka relatif lebih siap. Tapi tidak sedikit juga perusahaan yang belum siap dengan situasi ini.

Awalnya WFH bagi sebagian orang yang benar-benar berkontribusi menjadi hal yang menyenangkan sampai satu waktu menjadi sebuah “drama”. Mungkin tanpa sadar kita sering melihat di social media mau pun status messaging dari rekan-rekan kita.  Berawal dari pemisahan antara WFH (Work From Home) vs WFO (Work From Office).  Kemudian WFH sendiri jadi memiliki beberapa arti bagi kalangan WFH, mulai dari Work For Hours sampai Work Forget Hours kemudian TGIF yang awalnya adalah Thank GOD It’s Friday menjadi Tolong Gusti “I” Frustasi.

Kenapa Bisa Begitu?

Kalau ada sebagian dari pembaca merasakan hal-hal yang saya utarakan di atas, SELAMAT!!! KITA SAMA!!!  Tapi kita perlu belajar untuk mengelola pekerjaan kita sesaat supaya kita tidak terlalu lelah dalam menyelesaikannya.  Karena dari yang saya tahu, sebagai manusia kita selalu bisa beradaptasi dengan situasi apapun.

Pada kesempatan ini saya ingin berbagi kepada para pembaca beberapa hal yang saya pelajari melalui internet, di masa pandemik ini.

Membuat perencanaan

Susunlah rencana harian. Untuk apa? Ini penting, karena dari yang saya pelajari, melalui perencanaan kita bisa menghemat waktu sampai dengan 2 jam setiap harinya.  Dan disarankan dalam membuat perencanaan ini tidak menggunakan gadget atau handphone, melainkan ditulis tangan pada secarik kertas atau buku. Dengan menulis, secara kognitif akan membuat otak menjadi aktif untuk mengingat berdasarkan gerakan tangan kita.

Tulis apapun yang akan kita kerjakan di hari itu.  Tidak perlu dipilah-pilah mana yang penting tidak penting atau berat, karena itu ada pada langkah berikutnya. Biasanya saya sering menulis perencanaan ini di hari sabtu atau minggu, ketika sedang menikmati hari libur, karena ini tidak menjadi beban dan tidak memakan waktu kerja kita juga.  Dan ketika Senin pagi tiba, kita langsung siap tempur.

Dalam beberapa hari, saya yakin Anda akan menjadi ahli dalam menulis daftar pekerjaan harian, dan secara otomatis Anda sudah bisa memilih mana yang perlu ditulis dan mana yang tidak.

Mengelola pekerjaan

Belajar dari Stephen Covey’s 7 Habits of Highly Effective People, salah satu bab yang dia ajarkan adalah tentang Time Management Matrix.  Kalau pembaca bertanya, tapi gambar di atas sepertinya kan untuk manager atau bos saya?  Bagaimana implementasinya?

Ya kita tinggal alokasikan saja urutan pekerjaan tersebut, dari daftar yang sudah dibuat di nomor 1, mana yang termasuk dalam kategori Urgent & Important, ini berarti harus dikerjakan saat itu atau harus selesai hari itu juga.

Untuk yang Urgent but Not Important, perlu dilihat kembali seberapa pentingnya hal ini harus dikerjakan, apabila ditunda apakah ada akibat lain yang menjadi masalah baru? Jika iya, maka hal ini harus diselesaikan juga.

Kemudian jika Not Urgent but Important, maka kita kelompokkan sebagai urutan ketiga, karena masih bisa dilakukan nanti.  Kalau dari pengalaman pribadi saya untuk urutan kedua dan ketika ini tergantung dari jenis pekerjaan anda di perusahaan.

Yang terakhir sudah pasti Not Important & Not Urgent, jika ada kerjaan-kerjaan pembaca yang masuk dalam list ini, silahkan diabaikan atau dicoret saja.

Berilah penghargaan

Teknik pomodoro, yaitu keseimbangan antara kontribusi dan penghargaan, perlu menjadi salah satu metode yang Anda terapkan. Contohnya, kita fokus bekerja selama 25 menit, lalu istirahatlah selama 5 menit, atau bisa juga setelah kita menyelesaikan 1 tugas, kita boleh/bisa memberikan penghargaan untuk diri kita sendiri, seperti membuat kopi, tutup mata sejenak, dengar musik kesukaan selama waktu istirahat tersebut. Jumlah menit bisa diatur sesuai dengan jenis pekerjaan atau kebiasaan kita masing-masing. Secara tidak langsung, di lingkungan kantor kita sudah sering melakukan hal ini, betul? 

Setelah mengirim e-mail yang cukup menyita waktu, biasanya kita akan bangun sejenak, menyapa rekan kerja, ke kamar kecil, lalu kembali melanjutkan pekerjaan kita. Nah, hal ini tidak jauh berbeda dengan teknik pomodoro, silahkan pembaca mencari info lebih lengkapnya di media internet.

Mungkin informasi di atas sudah pernah dipelajari atau sudah dipraktikkan lebih dahulu oleh para pembaca, nah apa yang pembaca rasakan? Selain Informasi di atas, saya yakin masih banyak  tips dan informasin lainnya yang bisa kita manfaatkan selama masa pandemik ini, supaya kita pun tidak bosan dengan rutinitas kita di rumah yang itu-itu saja.

Marilah sama-sama kita belajar juga hal baru selama masa pandemik ini, karena setelah masa ini selesai, dan saat kembali ke kantor, kita akan melihat siapa yang semakin maju setelah melewati masa covid, dan siapa yang terlihat tidak ada kemajuan.  Dan semoga pembaca termasuk dalam kategori yang semakin maju.

Work hard, play hard dan isti-ra-hard!!!

No Comments

Leave a Reply

Scroll Up