Search and Hit Enter

Aksi Literasi Asuransi Inklusif untuk Industri Asuransi yang Maju dan Modern

Pandemi COVID-19 memberikan dampak kepada penurunan jumlah pendapatan premi yang dialami oleh seluruh sektor perasuransian yang ada. Jika dibandingkan jumlah pendapatan premi yang diterima year on year, terjadi penurunan sebesar -2.5% untuk asuransi jiwa dan penurunan – 0.10% untuk asuransi syariah di semester pertama, serta penurunan -6.1% untuk asuransi umum untuk kuartal kedua tahun ini.

Dewan Asuransi Indonesia (DAI) berpendapat bahwa dalam menghadapi kondisi dan situasi yang terjadi saat ini diperlukan adaptasi proses bisnis dan operasional dalam strategi bisnis perusahaan perasuransian kedepan agar industri dapat bangkit dan tumbuh seperti tahun-tahun sebelumnya. Penerapan online system pada aktivitas dan operasional perusahaan bisa menjadi salah satu solusi, namun diperlukan percepatan adaptasi inovasi agar bisa memulai peralihan ke sistem digitalisasi dalam kondisi saat ini. Harapannya, dengan adanya perubahan sistem yang dilakukan perusahaan tersebut maka akan terjadi peningkatan inklusi keuangan khususnya di industri perasuransian yang berkontribusi terhadap perekonomian nasional. Hal ini sebagaimana tertuang pula dalam Perpres Nomor 82 Tahun 2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI).

Industri perasuransian juga terus berupaya meningkatkan penetrasi asuransi melalui literasi inklusif kepada semua segmen masyarakat. Dengan adanya dorongan dari sisi internal dan eksternal industri perasuransian yang dilakukan saat ini, diharapkan kedepannya penyedia layanan asuransi dapat menciptakan dan memperkenalkan asuransi dengan fitur produk yang mudah dipahami dan dibutuhkan. Kemudian dari sisi pengguna layanan asuransi bisa memiliki literasi terhadap asuransi yang baik sehingga sadar akan kebutuhannya dan mengerti atas produk dan layanan yang akan digunakannya.

Guna mendorong peningkatan penetrasi asuransi melalui literasi inklusif ke semua segmen masyarakat, DAI bersama dengan seluruh asosiasi perasuransian anggotanya yang terdiri dari Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Asosiasi Asuransi Jaminan Sosial Indonesia (AAJSI), Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI), Asosiasi Perusahaan Pialang Asuransi Dan Reasuransi Indonesia (APPARINDO), Asosiasi Penilai Kerugian Asuransi Indonesia (APKAI), Asosiasi Ahli Manajemen Asuransi Indonesia (AAMAI), Perkumpulan Ahli Manajemen Jaminan Dan Asuransi Kesehatan Indonesia (PAMJAKI), Asosiasi Ahli Pialang Asuransi dan Reasuransi Indonesia (APARI), Indonesia Senior Executive Association (ISEA), Islamic Insurance Society (IIS), dan Komunitas Penulis Asuransi Indonesia (KUPASI) kembali menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan edukasi asuransi pada perayaan “Hari Asuransi 2020” untuk yang ke-15 kalinya sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2006.

Kegiatan yang dilakukan oleh industri perasuransian ini merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap kegiatan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai upaya dalam meningkatkan literasi dan inklusi asuransi. Dengan mengangkat tema “Mari Berasuransi” dan Sub tema “Aksi Literasi Asuransi Inklusif untuk Industri Asuransi yang Maju dan Modern”. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menggambarkan tujuan bersama industri perasuransian dalam meningkatkan pemahaman asuransi, khususnya dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan untuk mendorong ketersedian akses dan layanan keuangan yang maju dan modern yang bisa menyentuh seluruh lapisan masyarakat di Indonesia. Di tengah pandemi COVID-19 yang terjadi pada saat ini, bentuk kegiatan yang relevan dilakukan adalah Webinar Literasi dan Edukasi Asuransi yang dilakukan oleh semua asosiasi industri perasuransian dan perusahaan-perusahaan perasuransian. Webinar ini juga dilakukan oleh Cabang asosiasi industri perasuransian yang tersebar di seluruh Indonesia dengan sasaran audience berbagai komunitas masyarakat.

Peringatan Hari Asuransi tahun 2020 juga dilakukan dengan kegiatan Industry Social Responsibility yang ditujukan kepada masyarakat terdampak pandemi COVID-19. DAI beserta asosiasi anggotanya mengajak seluruh pelaku industri perasuransian yang ada untuk bersama-sama menunjukan rasa empati terhadap masyarakat yang terdampak pandemi COVID-19 tersebut agar dapat mempercepat pemulihan perekonomian di masyarakat. Pelaku industri jasa perasuransian memandang dengan kegiatan sosial ini akan membantu daya tahan masyarakat terdampak COVID-19 sehingga dapat tetap menjalankan aktivitas ekonominya. Kegiatan yang rencananya akan dilaksanakan nantinya yaitu dengan memberikan donasi berupa kebutuhan pokok dan produk-produk asuransi yang saat ini dibutuhkan.

Selain itu DAI juga mengajak masyarakat, profesional dan para akademisi untuk bersama-sama menayangkan ide dan pemikiran dalam bentuk tulisan yang memberikan semangat positif bahwa pandemi COVID-19 akan segera berakhir dan ekonomi masyarakat akan kembali pulih seperti sebelumnya. Kegiatan membuat tulisan bebas popular ini akan dikemas sebagai Bulan Menulis Asuransi sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Hari Asuransi 2020.

Dewan Asuransi Indonesia

Hastanto S M Widodo
Ketua Umum

Saat ini CEO Maraja Communications, CEO Insurance TV dan Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi Majalah Sastra & Gaya Hidup MAJAS. Pernah menjabat Direktur SDM dan Umum Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912, Direktur Eksekutif DPLK Bumiputera, CEO Dharma Bumiputera Foundation yang mengelola STIE Dharma Bumiputera dan Bumiputera Training Center; Kepala Departemen Komunikasi Korporat AJB Bumiputera 1912, dan dosen pada Universitas Prof Dr. Moestopo (Beragama) dan Universitas Paramadina, Jakarta  Selain aktif mengajar di berbagai perguruan tinggi, ia juga dikenal sebagai pembicara publik di bidang Komunikasi.

No Comments

Leave a Reply

Scroll Up