Search and Hit Enter

Asuransi tentang Hati, Bukan Melulu Bicara Mati

“Membeli Asuransi tidak akan mengubah hidupmu. Tapi dengan ini akan mencegah kehidupan Kamu dari Perubahan… “ – Jack Ma

Sepenggal kalimat dari Jack Ma diatas menuntun tangan saya untuk menulis tentang asuransi.  Asuransi yang lebih berbicara tentang hati dan bukan melulu tentang mati.  Covid telah memberi pelajaran penting bahwa risiko yang tidak pernah kita duga bisa terjadi kapan saja.  Ketika risiko itu benar-benar berubah menjadi bencana, ia akan menghantam garda depan keuangan yang dampaknya akan menghempas ekonomi keluarga.  Pertanyaannya adalah sudah siapkah kita? Hampir sebagian besar orang akan menjawab “belum!”  

Kesiapan itu memerlukan persiapan.  Dan persiapan itu memerlukan perencanaan.  Siapapun kita, tidak ada yang berencana untuk gagal, tetapi yang seringkali terjadi adalah gagal membuat rencana.  Apapun yang menjadi impian atau tujuan keluarga hanya akan menjadi sekedar harapan jika tidak diikuti perencanaan yang matang. 

Lalu bagaimana kita dalam membuat perencanaan tersebut dan perangkat apa saja yang diperlukan?  Meski perencanaan itu penting, tetapi ia hanya 1%, sementara 99% nya adalah implementasi dari rencana itu.  Dan dalam melakukan implementasi ini bukan hanya kerja keras yang diperlukan, tetapi lebih kepada kerja cerdas.  

Hal pertama yang diperlukan dalam perencanaan adalah goal (tujuan) yang jelas dan kuat.  Tujuan yang jelas dan kuat akan menuntun pada komitmen untuk berdisiplin dalam melakukan eksekusinya.  Eksekusi dalam hal ini adalah kedisiplinan untuk menyisihkan, bukan menyisakan agar tidak menyusahkan.  Begitu kata salah satu pelaku bisnis asuransi bapak Basri Adhi.  Pola yang harus diterapkan disini adalah setiap kali kita menerima penghasilan, maka harus kita sisihkan terlebih dahulu untuk tabungan, investasi dan proteksi, kemudian sisanya kita belanjakan untuk kebutuhan hidup, bukan keinginan.  

Tabungan ini secara mudah adalah uang hari ini untuk hari ini.  Karena sifatnya yang sangat likuid, maka memang fungsi tabungan adalah untuk kebutuhan hari ini. Tabungan ini aman tetapi tingkat pengembaliannya rendah.  Selain itu, sifatnya yang likuid membuatnya sulit sekali terakumulasi.  Lebih banyak menarik dari pada menyetornya.  Tetapi apakah kita perlu memiliki tabungan? Jawabnya sangat perlu, karena adanya kebutuhan hari ini. 

Selain hari ini, kita hidup juga untuk hari esok dan masa depan, maka kita perlu investasi.  Investasi adalah dana hari ini untuk hari esok.  Banyak ragam bentuk Investasi dari obligasi, saham, emas, hingga properti.  Tingkat Imbal hasil Investasi secara jangka Panjang relatif tinggi.  Dalam investasi berlaku hukum high risk high return, low risk low return.  Ini yang kadang kala membuat kita tidak siap ketika risiko yang sewaktu-waktu dapat menghantam sisi investasi, seperti saat pandemi ini. 

Namun tabungan dan investasi saja tidak cukup. Mereka perlu dilengkapi dengan proteksi, yaitu asuransi.  Jika tabungan adalah uang hari ini untuk hari ini, sementara Investasi adalah uang hari ini untuk hari esok, maka ASURANSI sebagai PROTEKSI memiliki tiga wajah.  Ketika kita mengalami risiko hari ini maka Asuransi akan melakukan transfer risiko sehingga kita tidak perlu menggunakan tabungan atau investasi.  Ketika anda baik baik saja dalam jangka panjang, maka asuransi akan melakukan ‘wealth accumulation’ (penumpukan kekayaan) yang secara keseluruhan akan menambahkan total investasi.  Dan jika kita meninggal dunia maka asuransi akan memberikan peace of mind (ketenangan jiwa) bagi keluarga yang ditinggalkan.  Yang meninggal dunia akan rest in peace (beristirahat dengan tenang) karena asuransi melakukan fungsinya dengan memberikan legacy (warisan) atau melakukan wealth creation (penciptaan kekayaan).  

Itulah sebabnya tabungan, investasi dan asuransi harus senantiasa disandingkan, bukan dibandingkan.  Ketiganya memiliki fungi dan peruntukan.  Asuransi sebagai proteksi sesungguhnya menjadi penyempurna tabungan dan investasi.  

Setiap orang perlu asuransi, karena setiap orang memiliki kemungkinan jatuh sakit, terlibat kecelakaan atau cacat.  Setiap orang pasti menjadi tua dan pasti meninggal dunia.  Pada kenyaatannya banyak sekali orang yang berjudi.  Bukan bertaruh di kasino, melainkan berjudi mempertaruhkan keluarga dan orang–orang yang dicintai dari risiko-risiko itu.  Asuransi memang bukan satu satunya jawaban dalam menghadapi risiko, tetapi asuransi adalah jawaban yang mampu memberi uang tunai ketika risiko menjadi bencana.  Asuransi adalah dana taktis yang siap sedia ketika risiko harus terjadi kapan saja.  

Dalam era pandemi ini, di awal masa isolasi, ada pendapat bahwa bahwa seseorang setidaknya memiliki dana darurat sebesar enam bulan pendapatan.  Faktanya, covid masih berlangsung hingga 8 bulan lebih.  Jika hanya mengandalkan dana darurat tersebut, dan bila kita terinfeksi covid misalnya, kita akan benar benar jatuhdi dua sisi yaitu kesehatan dan keuangan.  Dengan memiliki asuransi, kita tidak perlu panik, jangankan 6 bulan, 6 tahun pun kita akan siap.  Perlu diingat, ketika covid menyerang, penyakit jantung dan penyakit tidak berhenti menyerang. 

Dalam situasi ini, tabungan dan investasi saja tidak cukup.  Apalagi ketika risiko itu terjadi menimpa pencari nafkah, bukan hanya satu orang yang terkena dampaknya, tetapi satu keluarga.  Karena itu, asuransi dibeli karena kita punya hati, hati yang membuat kita harus memberikan lebih bagi orang-orang yang kita cintai.

Asuransi bukan hanya berbicara tentang mati tetapi asuransi membantu anda memiliki kebebasan financial. Kebebasannya ada pada perlindunagn bagi keluarga untuk mempertahankan gaya hidup jika pencari nafkah tiada.  Perencanaan pensiunagar bisa pensiun nikmat bukan pensiun dari sebuah kenikmatan. Perencanaan pedidikan agar ada atau tidaknya orang tua, anak anak akan tetap melanjutkan pendidikannya. Perencanaan warisan (estate planning) merupakan perencanaan distribusi aset ketika pemilik aset tersebut sudah tiada. Death, disease & disability (kematian, sakit dan cacat) adalah perlindungan ketika ketiganya harus menimpa seseorang.  Mortgage adalah garansi asset ketika terjadi risiko meninggal dunia saat masa pelunasan tanggungan.

Dari paparan ini kembali membuktikan, bahwa fungsi asuransi bukan melulu untuk risiko kematian semata, melainkan untuk keseluruhan perencanaan keuangan keluarga.  Dan khusus untuk Estate Planning, asuransi dapat digunakan sebagai salah satu sumber akumulasi dana yang bisa dijadikan sebagai warisan.  Ada 6 Keuntungan Asuransi sebagai alat untuk membentuk dana waris ini .

  1. Asuransi adalah uang kecil yang memberikan Dana Besar.  Asuransi adalah Warisan yang terbentuk dengan sumber dana yang terjangkau dan pasti.
  2. Asuransi dengan konsep beneficiary akan tepat sasaran.
  3. Karena tepat sasaran, maka asuransi tidak menjadi sumber sengketa.
  4. Manfaat Asuransi adalah bukan objek pajak
  5. Warisan dari Asuransi bebas bea atau tidak perlu balik nama
  6. Asuransi adalah likuid.

Jadi asuransi memiliki peran yang sangat komprehensif, tetapi proses untuk mendapatkannya relatif mudah dan cepat, serta dananya sangat terjangkau.

Anda beli ataupun tidak beli asuransi, maka potensi kurva biaya asuransi akan terus meningkat.  Di sisi lain, Anda beli atau pun tidak, kurva kesehatan Anda pun akan terus menurun.  Titik temu antara kurva biaya dan kurva kesehatan ini, dalah zona dimana anda tidak lagi bisa memiliki asuransi.  Itulah sebabnya selagi Anda sehat dan bisa menyisihkan dana, lakuan sekarang, karena esok mungkin terlambat.  Di era new normal ini, asuransi bukan lagi menjadi pilihan, tetapi sebuah protokol keuangan yang harus dmiliki untuk menyempurnakan perencanaan keuangan Anda. 

Asuransi ada untuk menggaransi cinta Anda bagi keluarga.  

(Artikel ini bagian dari program “Bulan Menulis Asuransi” dalam rangka Hari Asuransi 2020)

Direktur AXA Financial Indonesia

No Comments

Leave a Reply

Scroll Up