Search and Hit Enter

Asuransi Sandwich untuk Generasi Sandwich

 Kanin, teman kantor saya, sudah dua hari ini terlihat tidak biasa, dia lebih banyak diam, menyapa rekan kerja seperlunya dan kurang antusias saat meeting. Saat saya bertanya ada apa, Kanin bercerita bahwa ibunya sedang sakit dan Kanin perlu mondar-mandir mengantar ibunya check up ke dokter. Selain mengurus orang tua, Kanin juga memiliki tanggung jawab sebagai seorang istri dan ibu dari kedua anaknya: Chiara dan Refal. 

Kanin saat ini berusia 37 tahun, menurut pembagian kelompok generasi Kanin masuk ke generasi millenial yaitu kisaran usia 24-39 tahun. Di Indonesia, tedapat enam kelompok generasi yaitu pre-boomer 75 tahun ke atas, baby boomers 56-74 tahun, generasi x 40-55 tahun, generasi milenial 24-39 tahun, generasi z 8-23 tahun, dan generasi post gen z di bawah 8 tahun.

Sehari-hari Kanin tinggal bersama anggota keluarga dari dua generasi berbeda. Uti, ibunya Kanin adalah generasi boomers berusia 62 tahun, Rico suami Kanin termasuk generasi yang sama dengan Kanin 39 tahun, sedangkan Chiara dan Refal masing-masing masuk ke generasi z 8 dan 10 tahun.  Dari perbedaan generasi ini, Kanin dan Rico yang berada di tengah-tengah generasi antara orang tua dan anak-anaknya mendapat istilah lain yaitu generasi sandwich sebagaimana dikenalkan oleh Dorothy A. Miller di tahun 1981 melalui jurnal berjudul The Sandwich’s Generation: adult children of the aging. 

Generasi sandwich seperti Kanin dan Rico mempunyai banyak tantangan tersendiri dalam menjalani kehidupan. Mereka selain merawat orang tua juga perlu mempersiapkan diri mereka sendiri untuk menghadapi masa depan, serta menyiapkan anak-anak meraih mimpinya. Selain itu generasi sandwich juga memiliki tantangan perihal pengaturan keuangan. Sebagai generasi produktif yang berada di tengah-tengah, Kanin dan Rico perlu mengatur sedemikian rupa agar kebutuhan dirinya, generasi di atas serta di bawahnya dapat terakomodir dengan baik.

Menurut ahli-ahli perencanaan keuangan ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh generasi sandwich dalam mengelola keuangan.

Pertama, memiliki tabungan sesuai perencanaan. Generasi sandwich yang umumnya didominasi generasi millenial termasuk generasi yang akrab dengan teknologi sehingga memiliki referensi informasi cukup banyak. Di satu sisi hal ini dapat memberikan dampak positif namun juga sebaliknya. Berdasarkan penelusuran literatur, akses internet yang sangat terbuka serta demokratisasi pembelian barang antar kota, provinsi, bahkan negara membuat generasi sandwich cenderung lebih banyak mau, boros, sulit menabung, dan tidak terlalu memperdulikan investasi. Untuk itu sangat penting bagi generasi ini memiliki tabungan sesuai perencanaan dan antisipasi kebutuhan di masa mendatang. Tabungan perencanaan dapat disesuaikan dengan goals yang akan dicapai oleh keluarga. Seperti menyesuaikan waktu-waktu tertentu untuk mengeluarkan dana pendidikan, ibadah, berlibur, bahkan sampai waktunya pensiun. 

Kedua, menyiapkan pendidikan anak. Biaya pendidikan terus naik setiap tahun, di Indonesia kenaikan terjadi sekitar 10-15% (badan pusat stastik). Generasi sandwich perlu menyiapkan hal ini sebaik-baiknya agar generasi di bawahnya tidak mengalami kendala biaya pendidikan. Perencanaan yang dapat dilakukan di antaranya mulai mengubah gaya hidup menjadi gaya hidup hemat, memilah dan memilih lembaga pendidikan sesuai minat dan bakat si kecil, mengetahui kisaran biaya yang diperlukan, serta mencari investasi yang sesuai.

Ketiga, mempunyai asuransi kesehatan dan asuransi jiwa. Sebagai penopang utama ekonomi keluarga, bayangkan bagaimana jika terjadi sesuatu kepada generasi sandwich seperti sakit atau meninggal dunia? Tentu bukan hal mudah bagi anggota keluarga lainnya. Generasi sandwich wajib hukumnya memiliki asuransi kesehatan dan asuransi jiwa. 

Keempat, menyiapkan program pensiun. Satu lagi tugas generasi sandwich adalah menyiapkan program pensiun untuk diri mereka sendiri. Ini dilakukan agar di masa depan mereka tidak menjadi beban bagi anak-anak dan generasi di bawah mereka sehingga tidak muncul generasi sandwich yang baru. Program pensiun dapat diikuti secara mandiri melalui dana pensiun lembaga keuangan atau instrumen lainnya. 

Bagi Kanin dan Rico yang memiliki karakter simple, tidak mau repot namun ingin hasil terbaik, mengeksekusi empat hal di atas secara terpisah tidaklah mudah. Mereka perlu mencari program-program yang tepat sampai akhirnya Kanin dan Rico menemukan asuransi unit link. Menurut Kanin program asuransi unit link mirip dengan sandwich yang terdiri dari banyak item tapi dapat disatukan dengan baik dan menjadi hidangan yang lezat dan sehat. Kalau sandwich terdiri dari roti, keju, telur, daging, tomat, bawang bombay, selada air, saus dan mayonise. Asuransi unit link terdiri dari proteksi dan investasi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan, simple serta fleksibel.  

Tentang Asuransi Unit Link 

Asuransi unit link adalah produk asuransi jiwa yang mengombinasikan Asuransi dan Investasi. Dalam unit link pemegang polis dapat memecah investasi pada keperluan proteksi atau dikelola sebagai investasi yang bisa ditempatkan di berbagai instrumen dengan beragam potensi return, inilah mengapa unit link dikenal dengan PAYDI atau produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi. 

Ada empat instrumen yang dapat dipilih sesuai kebutuhan, tujuan keuangan, serta karakter pemegang polis dalam berinvestasi: 

Pertama, pendapatan tetap (fixed income unit link). Adalah produk investasi yang mempunyai risiko sedang dan keuntungan optimal karena menghasilkan pendapatan stabil. Jika nasabah memilih penempatan dana ini, maka sebanyak 80% investasi akan ditaruh pada instrumen surat utang dan pasar uang. 

Kedua, pasar uang (cash fund unit link). Merupakan produk investasi yang risikonya rendah begitu pun dengan keuntungannya. Seluruh alokasi premi nasabah akan ditaruh di pasar uang seperti SBI (Sertifikat Bank Indonesia), surat utang, atau deposito berjangka.

Ketiga, dana saham (equity unit link). Dalam jenis ini, sebanyak 80% persen dana premi nasabah akan ditaruh pada sejumlah instrumen saham. Equity unit link adalah salah satu penawaran investasi dengan risiko tertinggi karena pergerakan saham yang cenderung tidak stabil.

Keempat, pendapatan campuran (managed unit link). Adalah penempatan dana bagi nasabah yang berniat memperoleh pendapatan dari hasil investasi berjangka. Untuk itu, dana preminya akan ditempatkan pada sejumlah instrumen seperti obligasi, pasar uang, atau saham.

Selain mengetahui beragam instrumen investasi, ada beberapa istilah atau komponen dalam asuransi unit link  yang wajib juga dipahami seperti: 

  • Biaya akuisisi adalah biaya yang dibayarkan atas pelayanan yang didapatkan dari perusahaan asuransi, meliputi biaya operasional, biaya pemasaran serta biaya lainnya, biasanya dikenakan pada 5 tahun pertama mengikuti program asuransi. 
  • Biaya Asuransi (Cost of Insurance/ COI) Biaya ini dibebankan untuk mendapat manfaat asuransi dasar, yakni asuransi jiwa. 
  • Biaya asuransi tambahan (Cost of Rider/ COR) Biaya ini untuk membayarkan manfaat asuransi lainnya yang ditambahkan selain manfaat pertanggungan asuransi dasar, seperti rawat inap, penyakit kritis, dan lainnya sesuai dengan pilihan nasabah. 
  • Biaya Administrasi (Cost of Administration/COA) Biaya ini dibebankan untuk layanan operasional bulanan kepada nasabah, seperti pengiriman notifikasi tagihan jatuh tempo, atau penerimaan premi dan laporan perkembangan dana investasi, serta transaksi finansial nasabah.
  • Biaya pengelolaan investasi Biaya ini dikenakan dari nilai tunai yang diinvestasikan sebesar 1-3 persen tiap tahunnya. Biasanya biaya ini sudah termasuk pada Nilai Aktiva Bersih asuransi unit link.

Setelah memahami komponen-komponen serta beragam instrumen investasi yang ada, Kanin dan Rico mengambil progam unit link dengan premi 1 juta perbulan dan menyesuaikan dengan kebutuhan mereka. Kanin mengambil pertanggungan, asuransi tambahan rider minimalis, dan menempatkan investasi di pendapatan campuran agar resiko investasi tetap stabil dan mereka masih memiliki proteksi  jiwa. Langkah Kanin dan Rico ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi sandwich lainnya. Terpenting adalah bahwa bersiap lebih baik daripada lengah, sedikit lebih baik daripada tidak ada sama sekali, dan sekarang lebih baik daripada nanti.***

(Artikel ini bagian dari program “Bulan Menulis Asuransi” dalam rangka Hari Asuransi 2022)

Saat ini adalah Trainer dan Senior Supervisor – Dharma Bumiputera Foundation. Sehari-hari melakukan supervisi terhadap tim pemasaran program-program pendidikan dan pelatihan sekaligus menjadi Penggiat Pendidikan STIE Dharma Bumiputera.  Lukusan S1 FIB Universitas Indonesia dan S2 Magister Managemen STIE Dharma Bumiputera.

No Comments

Leave a Reply

Scroll Up