Search and Hit Enter

Prospek InsurTech, Menyusul FinTech?

Pandemi Covid-19 seakan mendorong seluruh sektor industri untuk bersahabat dengan teknologi. Salah satu inovasi yang melesat pesat ada pada industri keuangan dimana layanan transaksi mengalami modifikasi, transformasi, dan digitalisasi berbasis Financial Technology (FinTech). Dengan demikian, tidak mengherankan jika transfer, pinjaman, hingga investasi mampu dilakukan hanya menggunakan satu smartphone.

Lantas sudahkah Anda mendengar istilah InsurTech?

Insurance Technology (InsurTech) merupakan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efisiensi layanan asuransi dalam menghitung eksposur risiko dan premi polis, serta mengajukan klaim atas suatu kejadian. Untuk meningkatkan akurasi analisis risiko, InsurTech turut mengadopsi antara lain Artificial Intelligence (AI), Machine Learning, Blockchain, dan Internet of Things (IoT). Contohnya, beberapa asuransi kendaraan bermotor memodifikasi sistem GPS untuk mampu mengukur dan mencatat perubahan kecepatan, frekuensi perubahan jalur, maupun daerah yang sering dilewati/dikunjungi. Kemudian, data-data tersebut diolah sedemikian rupa untuk mengetahui perilaku berkendara yang secara signifikan mempengaruhi risiko kecelakaan.

Nah, yakin Anda belum tertarik dengan dunia InsurTech? Sekadar catatan, InsurTech menurut Insurtech Ecosystem in Indonesia Report 2021 oleh DailySocial, telah berhasil mencatat total premi sebesar Rp811,71 miliar di tahun 2020? Bahkan menurut Insurtech Global Market Report 2022 sebagaimana dilaporkan Reportlinker.com, pasar global InsurTech diperkirakan akan mengalami pertumbuhan dengan nilai Compounded Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 29,2%. Prospektif bukan?

Sama halnya dengan FinTech, InsurTech harus menitikberatkan keamanan siber pada platform karena kerahasiaan data konsumen/klien menjadi taruhan. Sejauh ini, eksistensi InsurTech disambut baik oleh masyarakat Indonesia yang terbukti dengan kemunculan sejumlah startup berbasis InsurTech, antara lain Bindcover, Qoala, dan Lifepal.

Sebagai seorang pemimpin masa depan, siapkah Anda menerjang industri InsurTech? Atau akankah inovasi Anda di masa depan memberikan terobosan di industri asuransi?***

(Artikel ini bagian dari program “Bulan Menulis Asuransi” dalam rangka Hari Asuransi 2022)

Mahasiswa Jurusan Matematika Bisnis, Universitas Prasetiya Mulya, Jakarta. Mengaku sebagai seorang self-motivator, fokus pada analisis data dan keterampilan yang mencakup pemikiran analitis, pemecahan masalah yang kreatif, berorientasi pada detail dan mudah beradaptasi, diikuti dengan keinginan untuk belajar dan berkembang.

No Comments

Leave a Reply

Scroll Up