Search and Hit Enter

Tentang Kami

RENDAHNYA penetrasi asuransi yang hanya menyumbang 1,7% dari PDB Indonesia (2013), mengindikasikan perlunya untuk terus mangakselerasi pemahaman masyarakat Indonesia akan pentingnya asuransi. Asuransi adalah bagian dari manajemen risiko. Namun masyarakat Indonesia tidak memiliki kesadaran yang cukup untuk melakukan mitigasi dalam upaya menjawab dan menanggulangi risiko. Padahal, setiap kali gagal mengantisipasi risiko, terjadi penurunan standar kualitas hidup masyarakat kita.

Sejarah

Untuk meningkatkan pemahaman asuransi, sejumlah tokoh dan eksekutif asuransi yang peduli, menginisiasi berdirinya KUPASI (Komunitas Penulis Asuransi Indonesia) – sebuah support group untuk masyarakat asuransi yang akan membantu mengedukasi dan mensosialisasikan asuransi melalui kegiatan menulis, melakukan kajian dan penerbitan; baik melalui buku, media cetak, elektronik, maupun melalui media online. KUPASI dideklarasikan pada Kamis, 10 Januari 2013 di Auditorium LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) Jakarta oleh 12 Pendiri. Ke-12 pendiri KUPASI, adalah (1) Ana Mustamin, (2) Arman Juffry, (3) Andreas Freddy Pieloor, (4) Prof. Hasbullah Thabrany, (5) Dr. Herris Simandjuntak, (6) Hotbonar Sinaga, (7) Irvan Rahardjo, (8) Kapler A. Marpaung, (9) Kasir Iskandar, (10) Mucharor Djalil, (11) Munawar Kasan, (12) Dr. Sugiharto. KUPASI yang mengusung tagline “mencerdaskan, mencerahkan” ini anggotanya tidak hanya terbatas pada pelaku industri asuransi, namun juga terbuka kepada seluruh elemen masyarakat yang memenuhi persyaratan keanggotaan KUPASI dan mau peduli serta melakukan upaya edukasi asuransi melalui kegiatan tulis-menulis di pelbagai media massa, penerbitan buku, dan kajian atau riset tentang asuransi.

Visi

Menjadi pemimpin dalam penyampaian gagasan (opinion leader) dan solusi asuransi dan manajemen risiko bagi publik dan perumusan kebijakan asuransi nasional.

Misi

  • Menjadi wadah komunikasi dan interaksi penulis asuransi dalam rangka menyajikan gagasan dan solusi asuransi dalam bentuk tulisan dan audio visual di berbagai media cetak, elektronik, dan online.
  • Membangun kesadaran berasuransi masyarakat melalui penyebaran gagasan dan solusi.
  • Membantu Otoritas Jasa Keuangan dan pengambil keputusan lainnya di bidang perasuransian merumuskan kebijakan perasuransian.
Scroll Up